Senin, 17 Maret 2014

MATTOMBANG : Ritual adat pencucian Benda Pusaka Karajaan Uraso



Mattombang adalah sebuah prosesi ritual adat Tana Luwu yang dilakukan oleh komunitas adat sebagai bagian kepercayaan masyarakat yang turun - temurun dilaksanakan berdasarkan perhitungan kalender masa tanam padi masyarakat setempat. Prosesi adat ini dilakukan dengan ritual pencucian benda pusaka komunitas adat setempat.



Prosesi Mattombang tidak serta merta dilaksanakan, namun sebagai bagian yang terintegrasi dengan kepercayaan maka prilaku sosial dan gejala alam juga menjadi perhatian dan pertimbangan untuk melaksanakan ritual mattombang.



Secara sosiologis prosesi Mattombang juga dimaknai sebagai langkah transformasi informasi prilaku adat setempat kepada masyarakat dengan alam sekitarnya, mempererat hubungan silahturahmi antar sesama kerabat serta memupuk persatuan dan kesatuan adat masyarakat komunitas.



Nilai Arkeologisnya adalah proses pemeliharaan dan penyelamatan terhadap benda pusaka, walaupun dalam praktek pelaksanaan alat pencucian "bilah bambu" yang digunakan  jika tidak dilakukan secara hati - hati dapat merusak benda pusaka tersebut.



Berikut beberapa dokumentasi kegiatan Mattombang di Desa Uraso Kec. Mappedeceng Kab. Luwu Utara :















































        

Rabu, 13 Juni 2012

Benda - benda sejarah kerajaan Luwu

Situs Sejarah di tana Luwu :

           Di tana Luwu sebagai pusat kebudayaan kerajaan tertua di Sulawesi selatan masih banyak dijumpai situs dan benda benda sejarah yang berhubungan langsung dengan kehidupan masa lalunya. Benda - benda tersebut mengandung makna akan kejadian pada masa itu, baik yang bersentuhan langsung  dengan mekanisme tatanan hidup rumah tangga kerajaan Luwu maupun yang bersentuhan langsung dengan pola sosial adat istiadat dan budaya di luar Istana Kerajaaan.  Disamping benda sejarah tersebut, juga terdapat beberapa maqam para tokoh yang berpengaruh pada masa itu.

          Di Luwu Utara misalnya, dibeberapa titik kita akan menjumpai kawasan-kawasan sejarah lengkap dengan peninggalan - peninggalannya seperti di Desa Pattimang Kec. Malangke. Desa Uraso Kecamatan Mappedeceng, Desa Tamuku Kec. Bone - Bone, dan kawasan-kawasan sekitarnya. Dari benda - benda tersebut kita akan dapatkan kisahnya sendiri seperti misalnya pada benda yang satu ini ( lihat gambar ) :


 
.  

          Benda - benda tersebut merupakan benda sejarah tentang kejayaan Kerajaan Luwu pada masanya. Aneka bentuk peralatan rumah tangga yang digunakan keluarga kerajaan Luwu pada saat itu. Berdasarkan bentuknya, maka kita akan melihat sentuhan karya seni tingkat tinggi pada masing-masing benda tersebut. Ini menandakan bahwa alat ini memang khusus hanya digunakan pada Istana Kerajaan Luwu.
berdasarkan penulusuran penulis, informasi yang didapatkan bahwa benda - benda tersebut telah berumur ratusan tahun bahkan benda tersebut di atas sempat dibawa ke hutan oleh pemberontak pada saat itu, namun mungkin terjatuh di sungai sehingga benda tersebut ditemukan warga dan dikembalikan kepada pemiliknya saat itu. Ciri  benda tersebut biasanya terbuat dari logam keras semacam kuningan dan tembaga.Tentang fungsi dari benda tersebut diatas, penulis dapat sebutkan sebagai berikut :
1. Pajjanangan adalah wadah menempatkan lampu minyak.
2. Kompu adalah wadah untuk sesaji saat proses pelamaran
3. Timbokan adalah wadah untuk air cuci tangan
4. Pattikuduan adalah wadah pembuangan air ludah saat makam buah siri/pinang
5. Buleta adalah pengalas gelas
6. Jolong dan bosara adalah wadah baki makanan dan pengalas piring.

benda tesebut sangat kaya dengan sentuhan seni, keelokan dan keindahan yang ada pada benda tersebut diatas menandakan keistimewaan akan benda tersebut dan penggunanya.

    



Senin, 28 Mei 2012

BUDAYA DAN ADAT ISTIADAT SEBAGAI IDENTITAS BANGSA

Budaya dan adat istiadat sebagai identitas bangsa.

        Pada hakekatnya, awal lahirnya sebuah budaya atau adat istiadat adalah sebuah usaha sosial atau kelompok masyarakat untuk mempertahankan hidupnya terhadap desakan kebutuhan hidup yang diperhadapkan pada tantangan alam di sekitarnya. Akal dan pengetahuan manusia sebagai modal kreasi untuk menciptakan pola kebudayaan itu sendiri sehingga menciptakan nilai dan norma kehidupan yang diakui dan dipercaya sebagai sebuah kekuatan spiritual pada saat itu. Kreasi ini kemudian menjadi kekuatan moral untuk mengkontrol pola hubungan timbal balik antara manusia dan alam sekitarnya. 

       Kepercayaan ini tumbuh kuat secara kolektif dalam ranah kehidupan sosial bahkan dibeberapa tempat mengarah menjadi bentuk sebuah keyakinan. kekuatan mistik ini menjelma menjadi semacam pedoman untuk berprilaku secara pribadi maupun secara homogen. Pada prakteknya prosesi adat dan budaya ini  terlaksana dipimpin oleh seseorang yang dipercaya mampu menjembatani komunikasi metafisik antara alam nyata dan alam gaib. Istilah pemimpin mistik lokal ini sering kita dengan dengan sebutan dukun, atau pawang. 

Ket. Gbr : (Prosesi Manre Saperra atau Mappalesso Samaja di Desa Pattimang Kec. Malangke Kab. Luwu Utara pada tanggal 24 April 2012 - Dokumentasi Bid. Kebudayaan Dikominfobudpar Kab. Luwu Utara)

         Kekuatan kepercayaan masa lampau ini menjadi semakin kuat setelah mendapatkan legitimasi dari Pimpinan lembaga pemerintahan saat itu yaitu Raja, sehingga pada perkembangannya kebiasaan adat dan budaya setempat menjadi sangat terkontrol dan terkoordinir. Dibeberapa kawasan bekas kerajaan, kebiasaan ini menjadi terpelihara dan sangat sakral ketika prosesi adat dan budaya ini dikendalikan langsung oleh para pewaris kerajaan atau minimal mendapat restu dari pewaris kerajaan untuk melakukan ritual adat dan budaya tersebut. Inilah yang menjadi ciri khas masing - masing wilayah adat budaya sehingga kekuatan ini menjadi jati diri sebuah bangsa.

Sekarang tugas kita adalah memelihara dan menjaga untuk tujuan pelestariannya.


          
  

Minggu, 27 Mei 2012

Permohonan Bantuan Dana Pembangunan Masjid: Mohon bantuan dana pembangunan Masjid Jami Kel. Ba...

Permohonan Bantuan Dana Pembangunan Masjid: Mohon bantuan dana pembangunan Masjid Jami Kel. Ba...

Assalamu Alaikum Wr. Wb
Kepada para Hamba Allah yang telah limpahkan reski yang berlimpah dan berberkah di Sisi-Nya.
Kami mengajak untuk membantu kami dalam menyelesaikan pembangunan Masjid Jami Baliase yang sementara dalam proses pekerjaan bangunannya. Masjid tersebut terletak di Kelurahan Baliase Kec.Masamba Kab. Luwu Utara Prop. Sulawesi Selatan.

Alhamdulillah, proses pengerjaan bangunan telah mencapai 40 % dari total bangunan yang direncanakan dan tetap kami upayakan sesuai harapan masyarakat dan jamaah masjid agar dapat digunakan secara utuh pada bulan Ramadhan 1433 H / 2012 M nantinya.

Oleh karena itu, kami mengajak sekalian kepada Hamba Allah, SWT agar dapat secara bersama-sama mengsukseskan pembangunan Masjid ini dengan melalui Do'a kesuksesan, Harapan dan bantuan dana. Semoga semua dapat menjadi ladan dan amal jariah bagi kita. Amin.

Bantuan Dana anda dapat disalurkan melalui :
Bank BRI KCP MASAMBA
Nomor Rekening : 0641-01-003050-53-3
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN MASJID JAMI BALIASE

contak Person : Hp. 081342630452 (andy)

Atas segalanya diucapkan terima kasih, semoga Allah SWT membalas segala kebaikan yang kita lakukan. Amin.

Wassalamu Alaikum Wr. Wb.